Beberapa hari yang lalu, hidup gua mulai tidak seimbang bagaikan timbangan daging di pasar. Tugas perkuliahan mulai menyerang keindahan momen-momen bersantai dan gua gak mampu menahannya. Ini adalah saat yang di nantikan oleh flashdisk. Flashdisk adalah perangkat penyimpanan komputer yang.. lupakan. Di kamus bahasa inggris yang bisa di percaya, 'Flash' itu artinya Cahaya dan 'Disk' itu Piringan. Jadi dapat kita simpulkan flashdisk itu sejenis ufo atau piring yang di lemparkan sang istri ke suaminya. Hampir semua pelajar punya flashdisk, dan gua memiliki satu flashdisk berwarna biru berukuran 1GB. Gua beri nama Smiky. Ukuran yang cukup kecil dan dipertanyakan mengapa gua membeli flashdisk tersebut. Jawabannya adalah gua tidak membelinya tapi meminjamnya. Sejarah awal pada abad ke-21 sekitar tahun 2010 sesudah masehi, waktu itu gua duduk di kelas 3 sekolah menengah bawah eh pertama maksudnya. Gua meminjam flashdisk ke sahabat baik gua, sebut saja Endi. Dia lelaki. Dan demi menghindari kemainstreaman dan membuat kegregetan jadi nama tidak gua samarkan. Jadi buat Endi, dimanapun engkau berada bersiap-siaplah. Okey jadi waktu itu gua minjem flashdisk dia mungkin buat ngerjain tugas tapi setelah gua analisa kembali dulu gua gak serajin itu jadi mungkin yang lain, mungkin. Gua bawa pulang kerumah dan menggunakannya. Singkat cerita, 4 tahun berlalu dan gua sekarang kuliah flashdisk itu selalu setia menemani gua menyimpan tugas-tugas. Ya bisa di bilang gua belum mengembalikannya, karena gua selalu lupa buat ngembaliinnya. Tapi setiap gua ketemu gua selalu bilang kalo flashdisk dia masih ada di gua, dan dia selalu jawab dia gak tau flashdisk yang mana. Jadi Endi, sampai detik ini kesalahan bukan dari ku tapi dikau juga yang melupakan segala sesuatu yang terjadi begitu cepatnya. Galau ftv. Tapi gua udah janji sama dia kalo gua mau beliin flashdisk yang baru buat membayar rasa tanggung jawab gua. Tapi mungkin janji itu hanya kiasan, karena sampai saat ini gua belum mewujudkannya. Dan gua baru aja beli flashdisk baru, karna flashdisk yang gua pinjam itu udah gak asik lagi, udah gak jago nyolok. Karna gak semua perangkat komputer bisa di colok dan di rasakan oleh flashdisk tersebut, gimana komputer mau ngerasain, komputer butuh flashdisk yang peka. Jadi gua ganti yang baru, yang lebih peka, yang lebih memahami komputer satu sama lain dimana pun berada. Peka membuat hubungan lebih dramatis. Salam air peka.