Nama : Ryan Nourvien Prawiranata
NPM : 18213156
Kelas : 3EA14
Mata
Kuliah : Bahasa Indonesia 2 #
PENALARAN
A.
Pengertian
Penalaran adalah suatu proses
berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga
sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar
dan boleh tidak benar. Di sinilah letaknya kerja penalaran. Orang akan menerima
data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang
belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam
penalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan.
Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.
Menurut sumber lain menyebutkan,
penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan
indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi
-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau
dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi
yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil
kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan
konklusi disebut konsekuensi.
B.
Definisi Penalaran Menurut Para Ahli
1. Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa
penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti,
fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan.
2. Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa
penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk
pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai
pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
3. Suria Sumantri (2001: 42) mengemukakan
secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam
pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
C.
Ciri-ciri Penalaran
Berikut ini merupakan ciri-ciri penalaran:
Adanya suatu pola berpikir yang
secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses berpikir
logis).Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan
suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi
merupakan cara berpikir secara analitik. Secara detail penalaran mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut:
1. Logis, suatu penalaran harus memenuhi
unsur logis, artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan
didasarkan pada data yang sahih.
2. Analitis, berarti bahwa kegiatan
penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai,
menyusun atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam suatu
pola tertentu.
3. Rasional, artinya adalah apa yang
sedang di nalar merupakan suatu fakta atau kenyataan yang memang dapat
dipikirkan secara mendalam.
D.
Tahap-tahap Penalaran
Menurut John Dewey, proses penalaran
manusia dilakukan melalui beberapa tahap berikut:
1. Timbul rasa
sulit, baik dalam bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenal sifat, ataupun
dalam menerangkan hal-hal yang muncul secara tiba-tiba.
2. Kemudian
rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk permasalahan.
3. Timbul suatu
kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, inferensi atau teori.
4. Ide-ide pemecahan diuraikan secara
rasional melalui pembentukan implikasi dengan cara mengumpulkan bukti-bukti
(data). Menguatkan pembuktian tentang ide-ide tersebut dan menyimpulkan melalui
keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.
E.
Konsep Dan Simbol Dalam Penalaran
Simbol atau lambang yang digunakan
dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa
argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan
simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah
kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen.
Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Tiga bentuk
pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada
proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi.
Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula
proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau
dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi
merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
F.
Salah Nalar
Salah nalar Kekeliruan dalam proses
berpikir karena emosional, kecerobohan, atau ketidaktahuan. Contoh: Menulis
adalah keterampilan berbahasa yang paling sulit di antara keterampilan
berbahasa yang lain.
Macam-macam
salah nalar :
1. Generalisasi yang terlalu luas. Semua anak yang
jenius akan sukses dalam belajar. Semua pejabat pemerintah korup.
2. Kerancuan analogi. Negara adalah kapal berlayar
menuju tanah harapan.
3. Kekeliruan kausalitas. Saya tidak bisa berenang
karena saya bukan keturunan perenang.
4. Kesalahan relevansi. Saya memilih dia karena dia
baik dengan saya.
5. Pembenaran. Semua juga begitu.
6. Kurang memahami persoalan. Pendekatan komunikatif adalah
pembelajaran bahasa yang diarahkan pada bagaimana berbicara.
7. Prestise seseorang. Hendaknya cermat dalam mengutip
pendapat orang.
Macam –
macam generalisasi :
a) Generalisasi sempurna adalah generalisasi
dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
b) Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi
berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi
fenomena sejenis yang belum diselidiki.
CARA MENGUJI FAKTA DAN AUTORITAS
A.
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau
informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian.
Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan
keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau
penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta
tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan
diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
B.
Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu
menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang
baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat
yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak
mengandung prasangka
2. Pengalaman
dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran
dan prestise
4. Koherensi
dengan kemajuan
PENALARAN DIBAGI MENJADI 2 YAITU :
1.
PENALARAN DEDUKTIF
Metode berpikir
deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus.
Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya
guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan
melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa
unsur yaitu:
· Dasar pemikiran utama (premis mayor)
· Dasar pemikiran kedua (premis minor)
· Kesimpulan
Macam-macam penalaran
deduktif:
A.
Menggunakan silogisme
Silogisme adalah proses
penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi
(pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Contoh:
§ Premis mayor / premis
umum: semua orang akan mati
§ Premis minor / premis
khusus : udi adalah orang
§ Konklusi / kesimpulan :
udi akan mati
B.
Menggunakan entinem
Entinem adalah
penalaran deduksi secara langsung, premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan
karena sudah sama-sama diketahui. Contoh:
§ Ikan memerlukan air
§ Di gurun pasir tidak
ada air
§ Digurun pasir tidak
mungkin ada ikan
2.
PENALARAN INDUKTIF
Metode berpikir
induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak
dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan yang bersifat
umum. Dalam penalaran induktif ini, kesimpulan ditarik dari sekumpulan
fakta peristiwa atau pernyataan yang bersifat umum.
Macam-macam penalaran
induktif:
1. Generalisasi
Generalisasi adalah
pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang
diminati generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam
pengenmbangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data
statistic, dan lain-lain. Contoh:
§ Jika dibakar plastic
akan meleleh,
§ Jika dibakar sedotan
akan meleleh,
§ Jika dibakar ember akan meleleh,
§ Jika dibakar botol akan
meleleh,
§ Jadi jika benda plastic
dibakar akan meleleh
2.
Analogi
Analogi adalah
membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kesimpulan yang diambil dengan
jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat
khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang
sebelumnya. Contoh:
§ Seorang bayi dilahirkan
dalam keadaan suci seperti kertas putih.
§ Bayi akan dibentuk
pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas putih
dapat diisi dengan
berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya.
§ Bila bayi didik dengan
baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.
§ Jadi membentuk
kepribadian baik seorang anak, ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat.
Sumber :
2. Budiharso, Teguh. 2009. Panduan Lengkap Penulisan
Karya Ilmiah. Yogyakarta: Venus.
3.
Keraf, Gorys. 1985. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Gramedia