Nama : Ryan Nourvien Prawiranata
NPM : 18213156
Kelas : 3EA14
Mata
Kuliah : Bahasa Indonesia 2 #
Pengertian Data
Data
adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan
adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara,
huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita
gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu
konsep.
Cara
Pengumpulan Data
1
Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai
tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian.metode pengumpulan data bisa
dilakukan dengan cara :
a. Wawancara
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah
metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang
responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan
dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.
Menurut
Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini,
interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan
isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin
tidak terbentuk pertanyaan yangeksplisit. Pedoman wawancara digunakan untuk
mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga
menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah
dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan
bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat
Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara
berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998).
b.OBSERVASI
Disamping
wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi &
Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik
terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam
objek penelitian. Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat
memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam
konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek,
perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal
yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil
wawancara.
Menurut
Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting
yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang
terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka
yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
MACAM-MACAM
OBSERVASI
a. Observasi
Partisipatif
Peneliti
mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan
berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti
b.
Observasi Terus Terang atau Tersamar
Peneliti
berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
c.
Observasi tak Berstruktur
Dilakukan
dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
C.Angket atau kuesioner
(questionnaire)
Angket
atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung
(peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat
pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan
yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan
untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
Kuesioner
merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan
pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan
bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud
yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa
keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden
dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya,
pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya
dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang
diajukan akan lebih tepat dan seragam.
MACAM-MACAM
KUISIONER
1.
Kuesioner
tertutup
Setiap
pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. Responden hanya memilih
jawaban yang paling sesuai.
2. Kuesioner
terbuka
Dimana tidak terdapat pilihan jawaban
sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri.
3. Kuesioner
kombinasi terbuka dan tertutup
Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul
dengan pertanyaan terbuka.
4. Kuesioner semi
terbuka
Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun
rapi, tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban.
JENIS-JENIS
DATA
Jenis
Data Menurut Cara Memperolehnya :
- Data Primer
Data
primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh
peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton
bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
- Data
Sekunder
Data
sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.
Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain
dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial.
Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari
surat kabar atau majalah.
Macam-Macam
Data Berdasarkan Sumber Data :
Data
Internal Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada
suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data
produksi, dsb.
- Data
Eksternal
Data
eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar
organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen,
tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
( Jenis-jenis Data Menurut Waktu
Pengumpulannya ) :
- Data
Cross Section
Data
cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya
laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. Angin Ribut bulan mei
2004, dan lain sebagainya.
- Data
Time Series / Berkala
Data
berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau
periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai
tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah
pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
( Data dengan Variabel bebas dan variabel
terikat ) :
Variabel
bebas adalah data unit atau ukuran yang diubah dalam suatu pengamatan. Dalam
hubungan sebab-akibat, variable terikat berperan sebagai sebab sementara
variable bebas adalah akibat.
Data
dengan variabel terikat adalah data unit atau ukuran yang berubah sesuai dengan
berubahnya variable lain. Variabel terikat menjadi hal yang diperhatikan dalam
suatu pengamatan.
- Data
Berkala
Data
berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan
suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/peristiwa/kegiatan. Biasanya
jarak dari waktu ke waktu sama. Data berkala disebut juga time series data.
Dengan analisis data berkala kita dapat mengetahui perkembangan satu atau
beberapa keadaan serta hubungan atau pengaruhnya terhadap keadaan lain.
PENGERTIAN SAMPLE
Sampel
adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam
penelitian
SYARAT
SAMPLE YANG BAIK
Dalam
penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur
sampling dalam populasi sampling, dengan syarat:
a.
Harus meliputi seluruh unsur sampel
b.
Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali
c.
Harus up to date
d.
Batas-batasnya harus jelas
e.
Harus dapat dilacak dilapangan
Menurut
Teken (dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi) Ciri-ciri sample yang ideal
adalah:
a.
dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
b.
Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan
penyimpangan baku (standar) dari taksiran yang diperoleh
c.
Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan
d.
Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah
CARA
/ TEKNIK PENGUMPULAN SAMPLE
Ada
beberapa teknik dalam pengambilan sampel, namun secara garis besar dapat dibagi
menjadi dua:
a.
Probability Sampling atau Random Sampling
1)
Simple random sampling, pengambilan sample secara acak sederhana, ialah sebuah
sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan
elemen dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi
sample. Metode yang digunakan dengan cara (1) undian (digoncang seperti
arisan), (2) ordinal (angka kelipatan), (3)tabel bilangan random
2)
Proportionate stratified random sampling, misal dengan siswa sebagai
sampelnya,…maka perlu ada kalsifikasi siswa berdasar strata (misal kelas I, II
dan III)
3)
Disproportional stratified random sampling,..
4)
Area Sampling, teknik pengambilan sample berdasar wilayah
5)
Kluster sampling, teknik pengambilan sample berdasar gugus atau clusters,
misal: sebuah penelitian ingin mengetahui pendapatan keluarga dalam suatu desa,
dengan berbagai klaster, missal dari segi pekerjaan: Tani, Buruh, PNS, Nelayan
b.
Non-Probability Sampling.
Non
probability sampling terdiri dari:
1)
Sampling sistematis, yaitu memilih sampel dari suatu urutan daftar menurut
urutan tertentu, missal tiap individu urutan no ke-n (10, 15, 20 dst)
2)
Sampling kuota, (quota sampling), teknik sampling yang didasarkan pada
terpenuhinya jumlah sample yang diinginkan (ditentukan)
3)
Sampling aksidental, sample yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada,
misalnya dengan menanyai siapa saja yang ditemui dijalan…untuk meminta pendapat
tentang kenaikan harga sembako
4)
Purposive sampling, teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan tertentu.
(orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel)
5)
Sampling jenuh (sensus),
6)
Snowball sampling, dimulai dari kelompok kecil yang diminta untuk menunjukkan
kawan masing-masing. Kemudian kawan tesrebut diminta untuk menunjukkan kawannya
lagi dan seterusnya sampai secukupnya.
4.
Teknik Penentuan Jumlah Sampel
Salah
satu cara untuk menentukan jumlah sample adalah dengan menggunakan rumus dari
Taro Yamane:
n=
Jumlah sample,
N=
Jumlah Populasi,
d²
= Presisi yang inginkan (misal 5 % atau 10 %)
JENIS-JENIS
SAMPLE
Menurut
Rath & Strong’s, ada dua jenis sampel, yaitu
Sampel judgemental yaitu sampel dipilih
berdasarkan pendapat analis dan hasul penelitian digunakan untuk menarik
kesimpulan tentang item-item di dalam sampel yaitu pada observasi sesungguhnya.
Sampel
statistical yaitu sampel dipilih secara acak/random dari seluruh populasi dan
hasil penelitiannya dapat digunakan untuk menarik kesimpulan tentang seluruh
populasi.
Sumber :