Sore kemarin gua pulang kuliah dengan kecenya, dengan memakai tas laptop kemeja kerja jaket borju celana jeans sepatu gunung. Gua selayaknya karyawan bagian sistem jaringan yang dapet kerja di atas gunung dan hobinya ngerapp, super sekali. Namun semua itu menghilang ketika negara api menyerang, eh maksudnya hujan datang. Gua tiba di rumah dengan perpindahan gaya dari kece menjadi korban kebakaran saat hujan, lusuh basah dan gelisah. Gua menyimpulkan ini adalah kehujananilisiasi. Kayanya gua mulai tertular bahasa vickysisasi, ini karna temen-temen gua di kelas selalu mencoba menjawab pertanyaan dosen dengan jawaban pemrograman vickysisasi tersebut. Seperti contoh saat dosen pengantar akuntansi bertanya kepada pasukan murid tidak berwawasan, 'Semua jawab pertanyaan dari saya, apa yang di maksud Solvensi?'. Dan murid yang berharap memiliki wawasan menjawab dengan hampanya, 'Dimana kemampuan kudeta perusahaan untuk membayarisasi kembali kemakmuran pinjaman dan kontroversi hutang dalam labil jangka panjang'. Dosen pun mengambil buku absen lalu bertanya kembali, 'Kenapa kamu bisa menjawab seperti itu nak?'. Dan murid itu berkata, 'Karna pemikiran saya dewasa, 29 my age'. Mungkin atas kejadian itu gua sudah bisa menebak, bahwa murid tersebut akan di blacklist dari kelas. Malamnya, gua mencoba rajin untuk mencuci sepatu-sepatu gua yang sudah mulai teriak untuk di bersihkan. Kesalahan yang gua gak fikirkan saat hendak mencuci adalah, besok gua libur mengapa tidak hendak mencuci di ke esokan hari. Ya sudahlah, nasi sudah menjadi nasi goreng. Dan hari ini gua bangun siang, dan merasakan sakit tenggorokan. Gua berinisiatif menyimpulkan kalo ini terjadi karna gua terlalu banyak berhubungan dengan air kemarin. Gua anak ekonomi bukan sains jadi salah bukan masalah. Ini derita sekali, mengkudeta tenggorokan gua yang mengganggu kemakmuran makan enak dan membuat kontroversi kelaparan. Oh radangilisiasasi at 18 my age.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar