Nama : Ryan Nourvien Prawiranata
NPM : 18213156
Kelas : 3EA14
Mata
Kuliah : Bahasa Indonesia 2 #
Pengertian
Hipotesis
Penelitian Menurut Sugiyono (2009:
96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,
di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.
Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori.
Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara
atas masalah yang dirumuskan.
Penelitian yang merumuskan hipotesis
adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian
kualitatif hipotesis tidak dirumuskan, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan
hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji dengan pendekatan
kuantitatif.
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis
yang baik :
·
Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa
variabel
Hipotesis
harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus
dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala
tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang
satu membawa perubahan pada variabel yang lain.
·
Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis
harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat
dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.
·
Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu
pengetahuan-
Hipotesis tidak bertentangan dengan
pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan
terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan
hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan
sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk
memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus
dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.
·
Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan
kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara
singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk
membuktikan hipotesis tersebut.
Jenis-Jenis
Hipotesis
1. Hipotesis
dilihat dari kategori rumusannya
Dibagi menjadi dua bagian yaitu (1)
hipotesis nihil yang biasa disingkat dengan Ho (2) hipotesis alternatif
biasanya disebut hipotesis kerja atau disingkat Ha.
·
Hipotesis nihil (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan
tidak ada hubungannya atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain.
Contohnya: Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan
prestasi belajar siswa SD.
·
Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang
menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain.
Contohnya: Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi
belajar siswa SD. Hipotesis alternatif ada dua macam, yaitu directional
Hypotheses dan non directional Hypotheses (Fraenkel and Wallen, 1990:42 ;
Suharsimi Arikunto, 1989:57).
·
Hipotesis terarah adalah hipotesis yang diajukan oleh
peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa
variabel independen memang sudah diprediksi berpengaruh terhadap variabel
dependen. Misalnya: Siswa yang diajar dengan metode inkuiri lebih tinggi
prestasi belajarnya, dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan
metode curah pendapat.
·
Hipotesis tak terarah adalah hipotesis yang diajukan
dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independen berpengaruh
terhadap variabel dependen. Fraenkel dan Wallen (1990:42) menyatakan bahwa
hipotesis tak terarah itu menggambarkan bahwa peneliti tidak menyusun prediksi
secara spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan. Contoh: Ada
perbedaan pengaruh penggunaan metode mengajar inkuiri dan curah pendapat
terhadap prestasi belajar siswa.
2. Hipotesis
dilihat dari sifat variabel yang akan diuji.
Dilihat dari sifat yang akan diuji,
hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu (1) hipotesis
tentang hubungan dan (2) hipotesis tentang perbedaan.
Hipotesis tentang hubungan yaitu
hipotesis yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau
lebih, mengacu ke penelitian korelasional.
Hubungan antara variabel tersebut
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (a) hubungan yang sifatnya sejajar tidak
timbal balik, (b) hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik, (c) hubungan
yang menunjuk pada sebab akibat tetapi timbal balik.
·
Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik,
contohnya: Hubungan antara kemampuan fisika dengan kimia. Nilai fisika
mempunyai hubungan sejajar dengan nilai kimia, tetapi tidak merupakan sebab
akibat dan timbal balik. Nilai fisika yang tinggi tidak menyebabkan nilai kimia
yang tinggi, dan sebaliknya. Keduanya memiliki hubungan mungkin disebabkan
karena faktor lain, mungkin kebiasaan berpikir logik (tentang ke IPA-an)
sehingga mengakibatkan adanya hubungan antara keduanya.
·
Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik.
Contohnya: Hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran berusaha. Semakin
tinggi tingkat kekayaan, semakin tinggi tingkat kelancaran usahanya, dan
sebaliknya.
·
Hubungan yang menunjuk pada sebab-akibat, tetapi tidak
timbal balik. Contohnya hubungan antara waktu PBM, dengan kejenuhan siswa.
Semakin lama waktu PBM berlangsung, siswa semakin jenuh terhadap pelajaran yang
disampaikan.
·
Sedangkan hipotesis tentang perbedaan, yaitu hipotesis
yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda.
Hipotesis tentang perbedaan ini mendasari berbagai penelitian komparatif dan
eksperimen. Contoh (1): Ada perbedaan pretasi belajar siswa SMA antara yang
diajar dengan metode ceramah + tanya jawab (CT) dan metode diskusi (penelitian
eksperimen). Contoh (2): Ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang
berada di kota dan di desa (penelitian komparatif).
3. Jenis
Hipotesis yang dilihat dari keluasan atau lingkup variabel yang diuji.
Ditinjau dari keluasan dan lingkupnya, hipotesis dapat dibedakan menjadi
hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor adalah hipotesis yang
mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh objek penelitian, sedangkan
hipotesis minor adalah hipotesis yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub
dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor).
·
Contoh: Hipotesis Mayor
“Ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi
(KSE) orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP”.
·
Contoh: Hipotesis Minor.
1)
Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua
dengan prestasi belajar siswa SMP.
2)
Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan
prestasi belajar siswa SMP.
3)
Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi
belajar siswa SMP.
Manfaat
Hipotesis
Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan
manfaat sebagai berikut:
·
Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan
penelitian dan kerja penelitian.
·
Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan
antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
·
Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta
yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan
menyeluruh.
·
Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian
dengan fakta dan antar fakta.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar